kiko

lumba-lumba yang berkebun


Tinggalkan komentar

Riku 4 : Kisah Tentang Cermai

Tiba-tiba saya teringat tentang kenangan masa kecil.

Dulu, waktu kecil saya tinggal di Sawahlunto salah satu kota pertambangan di Sumatera Barat. Saya ingat, ada pohon cermai besar di halaman Mushala tempat saya belajar ngaji tiap sore. Pohon cermai itu gak berhenti-berhenti berbuah sepanjang tahun. Cermai dari pohon itu asem banget. Sepulang ngaji saya sering memanjat pohon itu dan memetiki buahnya. Begitu saya sampai rumah dengan kantong penuh cermai, ibu biasanya mengeluarkan cermai itu dari katong sambil ngomelin saya, tanda  beliau cemas kalau saya memanjat pohon cermai itu.

Baca lebih lanjut

Iklan


Tinggalkan komentar

Your lives are like very long sidewalk. Some are well paved. Others, have cracks, and banana skin. One day our sidewalks will meet and we can share an ice cream 😀


Tinggalkan komentar

Frequently Asked Question

Saya lagi di Bandara nih, lagi sarapan donat sama kupi sambil nunggu my eyang datang. Karena gak tau mau ngapain, saya mau jawabin pertanyaan yang sering ditanyakan baik via email ataupun wa.

Kalo kamu punya pertanyaan lain mengenai berkebun, menanam strawberry, atau tentang tanaman kamu bisa kirim email ke qikania@gmail.com atau wa 087739825514.

  • Mbak, mau bibit strawberrynya dong, kirim ke Manokwari bisa?

Saya minta maaf, tapi untuk 2-4 bulan ke depan saya tidak bisa mengirim     tanaman dalam bentuk apapun ke luar Jawa. Karena bandara Jogja lagi ketat banget selain itu Balai karantina Yogyakarta juga lagi rewel banget. Jadi untuk sementara saya stop.

Baca lebih lanjut


2 Komentar

Ibu Winarti dan Strawberrynya

Masih tentang strawberry dan Jogja  ( kota yang bikin kamu kangen). Dari jaringan pegiat berkebun dan bercocok tanam di Jogja-lah saya kenal dengan Ibu Winarti. Awal mulanya sih dari posting instagramnya Mbak Anis mengenai ibu Winarti, lalu saya japri mbak Anis untuk minta lokasi dari ibu Winarti.

Saya masih ingat pertama kali ketemu ibu Winarti itu hari Minggu, dari rumah pake motor karena kalo pake mobil pasti macet  di sekitaran Kaliurang. Dari rumah saya ke rumah ibu Winarti makan waktu sekitar 45 menit kecepatan keong dan drama nyasar tentu saja.

Sesampai di sana saya ketemu sosok yang ramah dan rendah hati. Ibu Winarti banyak cerita soal kebunnya.

Alkisah, dulu Ibu Winarti dan keluarganya punya lumayan banyak sawah. Sampai kemudian si ibu sakit kanker usus, hingga akhirnya dirawat di rumah sakit. Walaupun  menggunakan BPJS tapi gak semuanya dicover. Karena itulah sedikit demi sedikit sawahnya dijuat untuk biaya berobat. Sedihnya, ketika semua sawahnya habis terjual, Si ibu divonis oleh dokter kalau beliau gak bisa disembuhkan ( bayangkan gimana perasaannya si ibu. Kalo saya jadi si ibu, saya udah bengong terus-terusan).

Yah, gitu deh….sekarang si ibu tinggal sendiri di rumah yang dipinjamkan oleh saudaranya ( si ibu benar-benar sendiri, dari ceritanya saya tau kalau anaknya sudah meninggal, dan ibu Winar gak pernah sedikitpun cerita mengenai suaminya)

Berkebun, berinteraksi dengan tanaman adalah cara ibu Winarti melanjutkan hidup. Ibu Winarti percaya dengan menjaga banyak nyawa dari tanaman, nyawa miliknya akan dipelihara Tuhan.

Nah, asal mula strawberry Bu Winarti adalah milik dari saudaranya yang tidak diopeni (diurus). Tanaman Strawberry itu diminta oleh ibu Winarti dan diurus dengan baik, hingga beranak pinak banyaaaaak sekali. Strawberry itu didapat dari semarang. Kalo melihat bentuknya saya perkirakan jenisnya Shangtung (mungkin bisa salah ya).

Dan, yap…tanaman strawberrynya dijual. Kalo kamu berminat untuk beli tanaman strawberrynya kamu bisa d Loatang langsung ke rumah ibu Winar di Jalan Kaliurang. (Atau kamu bisa hubungi saya dulu, nanti akan saya share map lokasi rumah ibu Winarti.)

 

Oya, Bu Winar juga banyak menanam tanaman lain selain strawberry. Jadi buat kamu yang butuh tanaman atau buat kamu mahasiswa KKN di Yogyakarta yang butuh banyak bibit tanaman untuk program KKN kamu, bisa hubungi ibu Winar (ini bukan endorse, percayalah…saya gak dapat apa-apa)
Kalau main ke rumah Ibu Winar, sempatkan ngobrol agak lama dengan ibu Winar… Beliau senang banget kalau ada yang mau berbagi cerita dengannya soal berkebun.

Strawberrynya ibu Winar sudah sampai kemana-mana sekarang, semangatnya juga sudah kemana-mana. Mungkin kelak semangatnya akan sampai ke kamu juga.

 

 

 

 

 

 

 

Baca lebih lanjut


3 Komentar

Riku 3 : Barbados Cherry

yep, masih cerita soal cherry-cherry an (entah kenapa saya lagi sukak banget sama tanaman ini). Di rumah selain ada Beach Cherry, juga ada Barbados Cherry. Barbados Cherry di rumah dapet beli dari teman, kira-kira 6 bulan yang lalu. Saat beli, barbados Cherry ini tingginya sekitar setengah meter aja asalnya dari stek.

Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Riku 2 : Cimplung

Ceritanya, lagi bersih-bersih kebun. Ada 2 tanaman singkong yang tinggi menjulang, tapi kurus. Ada kali 1,5-2meter. Nah..Dibabat deh, terus di stek lagi buat iyup-iyup. Umbinya….Ada tapi gak banyak.

Tetiba saya pengen cimplung. Tau cimplung?

Cimplung itu singkong yang direbus pake air nira/ air plus gula Jawa sampe mengkaramel

Baca lebih lanjut


6 Komentar

Riku 1 : Beach Cherry

Pernah menanam cherry?

Saya awam kalo soal cherry. Cherry yang saya kenal cuma sebatas manisan cherry merah dan hijau yang jadi hiasan cake. dan saya gak suka rasanya karena terlalu manis.

Akhir tahun 2015, seorang teman berkebun memberikan tanaman asal biji setinggi 15 cm, dia sendiri gak tau itu tanaman apa karena juga dikasih dari orang lain. ya udah, saya terima deh tanamannya, saya rawat (walau gak benar-benar dirawat sih, jarang saya kasih pupuk)

Baca lebih lanjut